Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Berlubang Pada Anak

Gigi pada anak-anak khususnya anak dibawah usia 7 tahun masih termasuk ke dalam jenis susu. Meski jenis susu nantinya akan tergantikan dengan yang permanen, namun perawatan alat pengunyah jenis susu yang dilakukan sedari dini akan menjadi pondasi kuat untuk membentuk jenis permanen yang sehat. Sayangnya banyak orang tua justru menyepelekan perawatan ini karena beranggapan jenis susu ini akan tanggal dengan sendirinya dan anak bisa menerapkan kebiasaan sehat setelah tumbuh dewasa saja. Padahal untuk melakukan perawatan yang benar, caranya sangat mudah yaitu dengan menghindarkan si kecil agar tidak melakukan kebiasaan buruk yang dapat merusak alat pengunyah makanannya.

  1. Menggunakan dot.
    Anak kecil usia balita, banyak yang menggunakan dot untuk minum susu karena ditujukan sebagai alat sapih dari susu ibu ke minuman biasa. Namun penggunaan dot ini jangan dianggap sebagai solusi permanen yang bisa diberikan kepada si kecil kapan saja. Penggunaan dot yang salah akan menahan pertumbuhan alat pengunyah sehingga tidak tumbuh dengan optimal khususnya di bagian depan. Batasi penggunaan dot ini dengan cara melatih si kecil memakai gelas setiap harinya hingga terbiasa.
  2. Minum susu coklat.
    Susu coklat mengandung coklat yang memiliki kadar manis lebih tinggi sehingga beresiko tertinggal di sela alat pengunyah. Minum susu coklat seharusnya juga diimbangi dengan belajar membersihkan alat pengunyah dengan menggosoknya setelah minum susu. Namun hal ini jarang dilakukan karena mengira semuanya langsung masuk ke mulut sama seperti minum air putih.
  3. Minum susu di malam hari.
    Biasanya sebelum tidur anak akan diberi dot berisi susu yang diminum sembari tidur. Dalam kebiasaan ini ada beberapa kebiasaan buruk yang terjadi yaitu penggunaan dot, pemberian susu di malam hari dan minum sambil tidur. Pemberian susu di malam hari beresiko meninggalkan sisa susu di dalam mulut yang dapat mengundang bakteri.
  4. Makan yang manis-manis.
    Anak-anak suka makanan manis seperti permen, gulali, susu, kue dan coklat. Orang tua juga suka jika anak banyak makan karena akan membuat mereka sehat dan gemuk. Namun kebiasaan ini juga bisa membuat alat pengunyah makanan di mulut kotor dan menjadi sarang kuman jika tidak diimbangi dengan rajin menyikatnya.
  5. Tidak bersih-bersih sebelum tidur.
    Mengajarkan anak untuk membersihkan mulut memang susah-susah gampang. Namun membiarkannya meninggalkan kebiasaan membersihkan mulut akan membuat kesehatan alat pengunyah menjadi penuh lubang karena sisa makanan.
  6. Menghisap jempol.
    Jika anak Anda memiliki kebiasaan ini, maka ingatkan untuk tidak melakukannya. Menghisap jempol meski terkadang membuat anak-anak merasa nyaman namun akan membuat rahang tidak proporsional dan alat pengunyah makanan menjadi tonggos ke bagian depan. Jempol yang kotor juga akan membuat si kecil memasukan bakteri ke dalam mulutnya.
  7. Menggigit kuku atau benda keras.
    Sering melihat anak Anda menggigit kukunya sendiri, pensil atau benda keras lainnya? kebiasaan ini dapat menyebabkan alat pengunyah makanan jenis susu mudah retak dan keropos.

Itulah beberapa kebiasaan buruk yang seharusnya mulai ditinggalkan si kecil demi mendapatkan pertumbuhan gigi yang maksimal. Anda sebagai orang tua harus mulai memberikan pengertian mengapa kebiasaan buruk tersebut perlahan-lahan harus segera ditinggalkan. Jangan lupa membiasakan membersihkan mulut dua kali sehari yaitu setelah makan pagi atau bangun tidur dan sebelum tidur malam agar memiliki pertumbuhan alat pengunyah yang optimal hingga dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *