Ngomong-ngomong tentang Jember, kebanyakan orang mengingat Pantai Papuma atau ingat tentang kuliner. Namun di balik semua ini, Kabupaten Jember masih memiliki potensi wisata yang sangat besar yang harus diketahui. Salah satunya adalah air terjun Rayap, yang masih belum banyak yang tahu. Air Terjun Rayap terletak di Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Arjasa. Banyak hal menarik yang dapat ditemukan pengunjung di sini. Jadi bagaimana tepatnya? Air terjun Rayap sebenarnya disebut Air Terjun Anugerah. Namun penduduk setempat mengenalnya lebih baik dengan nama Rayap atau air terjun Rembangan. Ini karena air terjun ini terletak di kawasan Taman Renteng, Departemen Rayap, milik PTPN XI (Persero). Lokasinya tidak jauh dari Wisata Rembangan, yang terkenal dengan pemandangannya yang indah dari atas bukit. Bagi wisatawan dari Surabaya sebaiknya menggunakan travel Surabaya Jember agar perjalanan anda nyaman dan santai.

Air terjun Termiet tidak diragukan lagi sulit. Deskripsi rute ke area Perkebunan Renteng cukup minim. Navigasi GPS juga tidak dapat digunakan sebagai referensi karena seringkali tidak akurat. Untuk mencapai pintu masuk ke Taman Renteng, Departemen Rayap, rujukan adalah titik sebelum produksi susu dalam perjalanan ke Pariwisata Rembangan. Ada jalan dengan tanda-tanda. Ikuti jalan yang disarankan dan dalam beberapa saat portal Taman Renteng akan tiba. Maka jalan itu adalah jalan makadam dengan batu-batu yang cukup besar. Tidak direkomendasikan untuk mengunjungi air terjun Rayap selama musim hujan, karena dapat ditentukan bahwa jalan ini sangat fleksibel. Lebih baik jika Anda mengendarai sepeda motor karena jalan perkebunan khas yang dilintasi tidak dapat diatasi oleh sebagian besar mobil.

Sekitar 200 meter dari portal akan ada pertigaan. Kemudian belok kiri dan segera akan ada kemiringan yang cukup tinggi. Langsung ke kanan. Bagi mereka yang kurang terampil mengendarai sepeda motor, lebih baik hanya mendorongnya. Bebatuan di sini sangat licin dan bisa jatuh. Puluhan meter berikutnya akan kembali, ada peningkatan. Terus berjalan dengan benar, tetapi sisa jalan sebagian besar datar. Setelah bepergian selama kurang lebih 30 menit, sebuah kabin akan dibangun. Kabin ini bertindak sebagai tempat parkir untuk kendaraan karena jalan berikutnya tidak dapat dijangkau dengan kendaraan.

Biaya parkir hanya sekitar 10 ribu rupee. Cukup terjangkau mengingat harga tiket masuk tidak dapat dikurangkan. Meskipun ada petugas parkir, harus waspada. Jangan lupa untuk mengunci kendaraan dua kali dan mengamankan helm. Setelah 10 menit berjalan kaki dari pondok, pengunjung tiba di lokasi air terjun Rayap. Sepanjang jalan Anda melihat sungai yang mengalir ke air terjun. Suara berkumur dipadukan dengan suasana perkebunan kopi yang indah membuat perjuangan untuk lokasi menjadi lelah. Air terjun Rayap memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan lebar hingga dua meter. Bahkan termasuk, tetapi persediaan air cukup tinggi. Berhati-hatilah dan jangan terlalu dekat dengan dasar air terjun. Tidak banyak orang tahu di mana tempat wisata ini, sehingga pengunjung dapat dengan bebas mengambil foto dan mengambil foto sebanyak yang mereka inginkan. Namun tetap harus mengingat waktu, karena daerahnya berada di tengah hutan dan pencahayaan pada malam hari cukup minim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *